Awas Jodoh Hanya Karena Hawa Nafsu Saja!
Jodoh Karena Hawa Nafsu vs Jodoh Karena Allah
Read More
Jodoh Karena Hawa Nafsu vs Jodoh Karena Allah
Menikah merupakan amanah dan tanggung jawab besar. Tentu membutuhkan bekal yang matang. Rahmat Allah akan datang kepada mereka yang senantiasa menjaga hati, diri, dan pandangan dari hal-hal yang dilarang.
Disaat yang tepat ketika dua insan saling memperbaiki diri dan menjaga, Allah pasti akan memudahkan jalan diantara keduanya. Menikah merupakan amanah dan tanggung jawab besar. Tentu membutuhkan bekal yang matang.
Berkaitan dengan hal tersebutlah untuk mencari jodoh yang tepat memerlukan proses yang tidak instan dan memerlukan proses yang panjang untuk mengenalnya. Karena jodoh merupakan rahasianya Allah, namun manusia bisa memintanya. Tugas seorang insan adalah memantaskan diri sebelum menikah. Memutuskan untuk menikah membutuhkan bekal pernikahan yang matang.
Ada kalimat yang berkata "Jodoh tak akan kemana" rupanya memang benar adanya. Jodoh menjadikan cerminan diri dan tidak akan jauh dari siapa kita ini. Dalam sebuah hadist mengatakan bahwa "Ruh-ruh itu diibaratkan seperti tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih" (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini juga dikuatkan dengan salah satu ayat dalam Al-Qur'an, yakni surat An-Nur ayat 26 "wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik".
Namun setan tidak akan tinggal diam, dia akan berusaha menyesatkanmu agar kamu memilih jodoh yang salah, bukan jodoh pilihan Allah, melainkan pilihan hawa nafsu. Oleh karena itu kamu harus pandai memilih mana jodoh pilihan Allah dan mana jodoh pilihan nafsu.
Jodoh pilihan Allah itu tidak bisa dilihat dari wajah dan penampilannya, tapi hanya bisa dirasakan oleh hati. Berikut perbedaan jodoh pilihan Allah dan pilihan nafsu.
Jodoh berdasarkan pilihan dari Allah:
1. Jika dia adalah jodoh pilihan Allah, dia akan membuatmu semakin dekat dengan Allah. Dia akan selalu mengajakmu pada kebenaran. Kamu akan merasa termotivasi untuk semakin dekat dengan Allah, semangat ibadah mendadak menggebu-gebu dan takut melakukan kemungkaran.
2. Ada dorongan untuk memperbaiki diri
Dulu kamu memiliki prilaku buruk, tapi setelah mengenal si dia, mendadak ada dorongan untuk memperbaiki diri. Perlahan-lahan kamu bisa merubah prilaku burukmu ke arah yang lebih baik. Secara tidak langsung, dia memotivasi untuk berjalan ke arah yang lebih baik.
3. Setap kali berada di dekatnya, hati merasa nyaman dan tentram
Tanda-tanda dia diutus oleh Allah untuk jadi pendamping hidupmu, yaitu setiap kali kamu berada di dekatnya, hati kamu merasa tentram dan nyaman. Tidak ada aura negatif, yang ada hanya perasaan tenang. Kehadirannya membuat rasa susah dalam hatimu hilang seketika.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21).
4. Selalu menasehatimu
Jodoh yang baik bukan yang banyak maunya, tapi selalu menasehatimu. Setiap kali kamu membuat kesalahan atau hendak melakukan kekeliruan, dia tidak akan memarahimu atau meninggalkanmu, tapi dia akan menasehatimu dengan sepenuh hati.
Jodoh berdasarkan pilihan dari hawa nafsu:
1. Membuatmu semakin jauh dengan Allah
Jangankan membuatmu semakin dekat dengan Allah, jodoh pilihan nafsu hanya akan membuatmu semakin jauh dengan Allah. Dia akan menjerumuskanmu ke dalam kesesatan dan tidak memotivasimu untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
2. Tidak ada dorongan untuk memperbaiki diri
Dia bukan jodohmu bila tidak muncul dorongan untuk memperbaiki diri dalam hatimu. Yang ada hanyalah dorongan untuk melakukan kemungkaran dan kemaksiatan.
3. Mengajakmu melakukan kemaksiatan
Dia bukan jodoh yang baik bila berani mengajakmu untuk melakukan kemaksiatan, seperti mabuk-mabukan hingga melakukan hubungan badan.
4. Banyak menuntut
Belum nikah saja udah banyak menuntut, pengen ini pengen itu tanpa melihat kemampuanmu, apalagi jika sudah nikah nanti. Tipe orang seperti itu bukan jodohmu yang baik. Dia bisa menyusahkan hidupmu kelak dan tidak akan mengerti keadaanmu. Bukannya memotivasi, dia malah akan menjatuhkanmu.
Jika seorang perempuan tidak disibukkan dengan iman dan menuntut ilmu, maka ia akan disibukkan dengan perasaannya. Begitu Pula seorang laki-laki, jika ia tidak disibukkan dengan iman dan menuntut ilmu, maka ia akan disibukkan dengan hawa nafsunya. Memantaskan diri sebelum menikah merupakan aspek penting dalam mempersiapkan bekal pernikahan. Setiap muslim harus bisa membedakan jodoh pilihan Allah vs jodoh pilihan hawa nafsu.
Pandangan Islam Jika Istri Meminta Jatah Duluan ke Suami
Read More